Di Rumah aja

Alasan Belajar Dirumah Aja

Ada 43 remaja sedang belajar tentang pencegahan covid-19 tentang kenapa kita harus dirumah saja saat  pandemi corona ini. Ternyata dalam paparan tersebut dijelaskan tentunya dengan bahasa komunikasi yang tepat. Bisa komunikasi asalkan dengan aplikasi digital, anak sekolah harus mulai belajar teknologi dengan baik. 

Cegah covid bagi anak yang tidak bertemu tatap muka, tapi bertemu di dunia digitalisasi boleh, komunikasi tetap terhubung dan bisa saling say hello. Tapi kalau kita mengindahkan aturan tersebut, misalnya gurunya dirumah kemudian muridnya suruh ke sekolah, dan mereka diminta mengerjakan soal disekolah itu bukan namanya belajar dirumah sendiri-sendiri, tapi belajar disekolah dan ini berpotensi penyebaran covid-19. 

Makanya kebijakan sekolah, untuk pembelajaran tetap dirumah saja, khawatir nanti menular kepada peserta didik, dan mereka ini adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan negara ini. 

 

Kemudian ada juga yang model belajar, satunya di rumah, teman kedua juga dirumah, tapi karena teman berikutnya tidak punya cukup dana, maka mereka bergerombol menentukan satu rumah sebagai tempat untuk belajar bersama, ini juga tidak boleh, bisa berpotensi penularan pada anak yang berkumpul tersebut, kita tidak tahu kalau yang bergerombol atau berkelompk tadi malah ada yang tertular covid-19, dan virus ini tidak kelihatan makanya kita hanya bisa mencegahnya. 

Virus ini bisa menyerang siapa saja, tidak bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil dan ibu menyusui. Karena penularan virus ini lewat tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang terinfeksi dan batuk atau bersin, termasuk bersentuhan atau berjabat tangan. Wajar jika aturan sekarang semua orang saat keluar rumah pakai masker, dan tetap rajin cuci tangan pakai sabun.

Hidup adalah pilihan, apakah memilih hidup positif atau negatif, ada dipilihan kita masing-masing, ketika disekeliling rumah anda ada ular, apakah anda akan memilih dirumah atau keluar, itu adalah pilihan masing-masing. Termasuk ketika pandemi di Indonesia, kita harus menentukan pilihan, apakah akan terpapar atau tidak, mau pilih sehat, atau sebaliknya.

Mencegah Covid-19, hanya itulah jurus jitunya, maklum belum ada vaksin corona yang bisa sekali suntik terus virus bisa mati. Wajar jika mencegah saja yang bisa dilakukan, dengan cara : 

pertama cuci tangan secara teratur tentunya dengan sabun dan air bisa juga dengan alkohol, bisa membunuh virus yang ada ditangan anda.

Kedua, pertahankan jarak sosial, minimal 1 meter antara anda dengan siapa saja yang batuk dan bersih, khawatir nanti menularkan virus ketika teman anda batuk, atau anda sendiri yang batuk.

Ketiga, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, bayangkan jika anda sudah salaman dengan orang lain, dan orang lain itu ternyata kena virus corona, maka tangan anda bisa juga menyentuh mata, dan hidung atau mulut anda, wah bisa tertular juga kan.

Keempat, Menjaga kebersihan pernafasan yaitu dengan menutup mulut dan hidung, maka pakailah masker.

Kemudian muncul juga banyak istilah bahasa asing yang harus dikenali oleh kita semua, termasuk tidak salah mengucapkan, faktor pendidikan sangat penting, oleh karena itu, wajib bagi generasi sekarang ini, jangan sampai anda tidak sekolah, rugi seumur hidup jika tidak sekolah.  Coba jika ada istilah seperti dibawah ini, terus anda tidak bisa membaca atau menulisnya, maka gimana mau berkomunikasi dengan baik dan benar.

1. Self- distancing : Isolasi diri sendiri atau tinggal dirumah
2. Social distancing : Tidak berada dikeramaian, tidak berinteraksi dengan orang lain atau menjaga jarak lebih dari 1 meter
3. Pshycal distancing : Tidak bersentuhan dengan orang lain selain keluarga dalam rumah
4. Work From Home (WFH) : Bekerja, belajar dan beribdah dirumah
5. Lockdown : Terkunci/tidak diizinkan keluar dirumah atau daerah tempat tinggal
6. ODP (Orang Dalam Pemantauan) : Orang yang dipantau karena beresal dari daerah terinfeksi Corona
7. PDP (Pasien Dalam Pemantauan) : Orang ODP sakit flu, deman yang mengarah pada Covid-19
8. Suspect : PDP yang kontak/berinteraksi dengan orang yang dikonfirmasi Covid-19.

Tetap bisa Bekerja, belajar, beribadah dirumah atau Work From Home (WFH) karena:
a. 14 hari adalah waktu inkubasi virus corona (Waktu sejak masuk penyakit hingga menunjukkan gejala & menular)
b. 14 hari mampu menghentikan laju penularan
c. 14 waktu untuk saling pantau agar tidak saling menulari

Mari taat dengan protokol kesehatan dan aturan pemerintah, sehingga virus ini tidak semakin bertambah menyerang penduduk Indonesia, semakin anda patuh, semakin berkurang bahkan virus bisa hilang dari bumi Indonesia. 

sumber : kompasiana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chat with us !! whatsapp